Jumat, 03 Juli 2009

CURUG CILEAT


Daya tarik utama di lokasi curug Cileat adalah sebuah air terjun dengan ketinggian 100 meter. Tumpahan airnya membentuk sebuah kubangan atau kolam yang sangat besar dengan radius hampir 40 meter. Wisatawan dapat bermain air dan berendam didalamnya. Butiran-butiran air yang sangat halus bertebaran terbawa aingin dan bisa membasahi pengunjung pada jarak 50 m. Pada senja hari menciptakan bentangan pelangi yang sangat indah.

Menurut masyarakat sekitar sumber air terjun ini berasal dari sebuah sungai "Leuwi orok" masyarakat sekitar menyebutnya. dinamakan leuwi arok karena ada mitos bahwa setiap malam suka terdengar bayi yang sedang menangis di sungai tersebut.

Di Kampung Cibago Desa Mayang terdapat potensi Cultural Tourism dimana kehidupan sehari-hari masyarakat tradisional Sunda masih sangat kental, diantaranya:
kesenian Sunda yang masih asli: Kecapi suling dan beluk (beluk adalah sejenis kesenian yang dilakukan oleh 2 orang pria, dimana yang satu membaca “wawacan”/hikayat buhun, baris demi baris dan yang satunya mengikutinya dengan cara dinyanyikan
“Ngawuluku” yaitu membajak sawah dengan menggunakan kerbau sambil menyanyi tradisional (kia…………kia …………..mideur). Pengunjung bisa langsung menikmati menaiki wuluku yaitu alat untuk membajak sawah yang ditarik oleh kerbau berkeliling dalam kotakan sawah.
“Ngahuma” menanam padi di lahan kering yang merupakan tradisi asli masyarakat Sunda (dalam sejarahnya masyarakat Sunda tidak mengenal budaya sawah)
“Ngaderes gula kawung” atau menderes pohon aren untuk diambil niranya dan dibuat gula kawung. Atraksi yang bisa dinikmati berupa penderesan pohon aren (memanjat, membacakan jampi-jampi dan mengambil nira/lahang) dan memasak air lahang menjadi gula aren untuk langsung dinikmati dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

jangan lupa Comment nya!